Jumat, 03 Desember 2010

Suara dari Perut

0 komentar


 
"Hidup itu butuh Pengorbanan..Keberanian..dan Kesadaran.. Jika tak bisa menciptakan -nya... minimal ciptakan-lah Kesadaran untuk Hidup"
( Wahyou Eka Solo )


"Berfikir untuk bernafas...Bernafas untuk hidup...Hidup untuk berkarya...dan Berkarya untuk cipta-kan kebaik'an dalam kehidupan"
( Wahyou Eka Solo )


"Selama orang-orang sakti masih bersemayam dibawah panji-panji koalisi... Teka-Teki bangsa ini tak akan mampu terbukti"
( Wahyou Eka Solo )

"Mereka yang berjiwa maling.. Tak lebih dari se'ekor anjing.. dan Berbahagia'lah mereka yang berjiwa bersih.. Walau sedikit tertatih.."
solo, 3 desember 2010
 ( Wahyou Eka Solo )

" Hidup itu butuh : -Pengorbanan.. -Keberanian.. -dan Kesadaran..
Jika tak bisa menciptakan -nya... minimal ciptakan-lah Kesadaran untuk Hidup "
 18 oktober 2010
( Wahyou Eka Solo )
 
NAFASNYA ANGIN : Berhembus berikan kesejukan kepada semesta... Namun tat-kala berhembus seperti topan... menghantam naluri semesta...

SUARANYA AIR : Meneteskan nada-nada simponi... indah dan penuh penghayatan... Namun tat-kala meluap bak gelombang tsunami... merusak.. mematikan rantai-rantai kehidupan...

MATANYA REMBULAN : Menatap penuh kesadaran dan tulus... Berikan kehangatan kepada alam... Namun tat-kala menatap seperti api... membakar.. menelan jiwa-jiwa semesta...

TUBUHNYA LAUTAN : Meliuk lekuk seperti gelombang... Berikan kesegaran dengan butir-butir air... Namun tat-kala meliuk seperti cambuk.. tajam.. garang.. dan taburkan kepedihan semesta...   
 solo,16 oktober 2010
( Wahyou Eka Solo )
 
 

Senin, 29 November 2010

Nasip buruh kontrak'an...

0 komentar


Nasip buruh kontrak'an...

Disebelah rumah tempat aku di lahirkan
Berdiri bangunan tinggi.. pabrik texstil dengan aturan dan kesombongan
Nasip buruh kontrak’an terpaksa dan dipaksa untuk sangsi
Demi uang 27 ribu satu hari untuk menatap hidup hari ini

Kontrak dikontrak dua bulan, istirahat bahkan sampai satu bulan
Hitung dihitung terima gaji dua bulan, tapi untuk hidup tiga bulan
Aku heran... Aku tak mampu, dan Aku bisa merasakan pahit getir para buruh pabrik’an
Sedangkan gerombolan serikat mereka terdiam dan mati perasa’an

Aku bertanya kepada matahari
Apakah itu yang namanya peraturan ??
Apakah itu sebuah keadilan ??
Sedangkan mereka menghitung laba, berdiri diatas tangis anak pertiwi

Aku heran melihat orang-orang kumpulan serikat
Berkumpul.. kibal-kibul, bak seperti pejabat pandai menjilat
Telinga-nya.. Mulut-nya.. Mata-nya.. Mati
Kumpul dikumpul hanya sekedar pelengkap organisasi

Nasip buruh kontrak’an tidur dalam kamar kecil sebuah kost-kost’an
Berusaha men-terjemahkan mimpi untuk menatap masa depan
Tidur... Tidurlah saudaraku
Bangun... Bangunlah mimpi-mimpi mu

Solo,13 oktober 2010

Perkutut Bisu

0 komentar


Perkutut Bisu

Padang ilalang perlahan menguning..
Belalang tua terbang mencari hijau..
Bunga-Bunga harapan layu, tertunduk hening..
Redup dan tertipu aksara-aksara palsu..

Wahai kau perkutut !!
Harus-kah kau diam.. kau malu.. kau bisu !!
Gambar-Gambar di dadamu Apa Maksud-Mu !!
Tengok-lah disana !! Banyak orang anggap kau seperti kentut..

Wahai kau perkutut !!
Terbang dan lepaskan semua anak panah-mu !!
Bunuh Mereka !! yang paksa kau untuk bisu..
Pasti banyak orang angkat secangkir kopi dan berucap Salut...

solo,29 agustus 2010

Pengikut

 

Otak Kiri. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com